'> TWEET: LIFESTYLE
Select Menu

ANEH

INFO

LIFE STYLE

MENARIK

UNIK

YOUR STORY

WONG CILIK

Muslimah Jangan Takut Berhijab Syar`i!


Kalau hijabers muda sebenarnya ngga usah takut pakai jilbab syar'i karena bisa diakali dengan pemilihan warna dan momen penting tertentu yang disesuaikan dengan gaya yang dikenakan.


TWEET CO.ID - Sejak berhijab pada 12 Oktober 2011, fashion blogger Chacha Thaib konsisten dengan keputusan itu. Sempat dihadapkan pada pilihan yang menyulitkan, editor majalah fesyen ini justru kian menetapkan hati untuk berhijab dengan kondisi apapun.

"Sempat pas awal berhijab dapat tawaran kerja di bidang yang saya suka. Yang memberatkan saat itu saya harus lepas hijab, bahkan dengan keharusan tersebut perusahaan itu berani menggaji saya lebih besar," kata pemilik nama Annisa Nadzirani Thaib saat menjadi pengisi acara 'Hijab Moving Forward on Ramadan' di Jakarta.

Meski harus melepas yang menggoda itu, Chacha justru merasa kian istiqomah dengan pilihannya untuk berhijab. Seperti hijabers lainnya, di awal berhijab ibu muda berusia 22 tahun ini sempat merasa kepanasan dan menuai respons macam-macam dari teman.

"Alhamdulillah banyak yang mendukung, tapi ada juga yang mencibir karena tahu selama ini koleksi baju di lemari saya lebih banyak rok mini dan tanktop," ucap istri dari Basis band Rocket Rockers ini.

Di awal keputusannya berhijab, Chacha kerap meminjam beberapa helai pakaian milik sang kakak. Selain itu ia juga mencoba menggunakan jilbab syar'i yang longgar dan tidak membentuk tubuh sang pemakai.

Keputusan mengenakan jilbab syar'i bukan masalah umur, mengingat banyak hijabers muda yang merasa tidak cocok dengan gaya tersebut. Sebenarnya gaya itu justru yang lebih dianjurkan oleh agama, meski mengenai hal ini dirinya memiliki pendapat sedikit berbeda.

"Jadi lebih ngakalin dengan baju agak longgar dan jilbab nutup dada. Kalau hijabers muda sebenarnya ngga usah takut pakai jilbab syar'i karena bisa diakali dengan pemilihan warna dan momen penting tertentu yang disesuaikan dengan gaya yang dikenakan," ungkap lulusan Ilmu Komunikasi, Institut Pertanian Bogor ini. (Ism)

Ulama: Kaum Muda Pilih Piala Dunia Ketimbang Ibadah Ramadan


Para ulama mengatakan pemuda muslim yang menunda bahkan melewatkan salat malam karena pertandingan biasanya berlangsung sore hari hingga sampai jam 1 dini hari


TWEET CO.ID - Para ulama dan pemuka masyarakat menyuarakan keprihatinannya terhadap anak-anak muda yang melewatkan salat malam selama Ramadan, demi menonton pertandingan sepak bola Piala Dunia.

Para ulama mengatakan banyak pemuda muslim yang menunda bahkan melewatkan salat malam karena pertandingan Piala Dunia biasanya berlangsung sore hari hingga sampai jam 1 dini hari. Padahal, di jam-jam tersebut seharusnya menjadi waktu bagi umat Islam untuk fokus pada salat dan ibadah selama bulan suci.

Mohamed Al Mahmoud, seorang ulama terkemuka, seperti dikutip laman Peninsular Qatar, Rabu, 2 Juli 2014, mengatakan pertandingan Piala Dunia mengakibatkan banyak kaum muslim duduk di rumah menonton TV dan tidak mengunjungi masjid untuk salat secara berjamaah.

Dia memperingatkan kaum pemuda muslim yang melewatkan salat selama Ramadan. Mengingat Ramadan adalah bulan ibadah dan datang setahun sekali, umat Islam harus lebih banyak beribadah dan membaca Alquran daripada menonton sepak bola, serial TV dan program hiburan lainnya.

Sementara itu, Sheikh Ahmed Al Buainain, seorang ulama dan sarjana Islam terkenal dalam khotbah Jumat terakhirnya melarang pemuda Muslim menonton siaran langsung pertandingan Piala Dunia karena berlangsung saat salat Isya dan Tarawih.

Piala Dunia akan berlangsung hingga hari ke-18 di bulan Ramadan. Sementara Ramadan tahun ini dimulai pada tanggal 29 Juni untuk wilayah Teluk.

Terakhir kali Piala Dunia bertepatan dengan Ramadan adalah tahun 1982. (Ism)

Keunikan Masjid Rancangan Walikota Bandung Diakui Dunia


Mendapatkan penghargaan "The Best 5 World Building of The Year 2011", sebagai salah satu desain terbaik tempat beribadah di dunia.


TWEET CO.ID - Bentuknya unik serta berbeda dari kebanyakan masjid yang ada di Indonesia. Sekilas hanya seperti kubus besar, tanpa ada kubah. Dari luar terlihat garis-garis hitam di sekujur dinding masjid.

Ya, itu adalah rupa Masjid Al-Irsyad. Desainnya memang dirancang mirip Kabah. Warna dasarnya abu-abu, penataan batu bata (concrete block) pada keseluruhan dinding terlihat sangat mengagumkan, membentuk kaligrafi tiga dimensi kalimat As-Syahadah.

Masjid ini diarsiteki langsung Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Pembangunan masjid yang menelam biaya sekitar Rp7 miliar itu dimulai sejak 7 September 2009 dan rampung pada Agustus 2010.

Mempunyai luas 1.871 meter persegi, masjid ini hanya memiliki tiga warna yaitu putih, hitam dan abu-abu. Di bagian interior, terpasang 99 lampu sebagai simbol 99 nama-nama Allah atau Asmaul Husna. Masing-masing lampu yang berbentuk kotak itu memiliki sebuah tulisan nama Allah.

Masjid Al-Irsyad tidak memiliki tiang atau pilar di tengah untuk menopang atap, sehingga terasa begitu luas. Hanya empat sisi dinding yang menjadi pembatas sekaligus penopang atapnya. Masjid ini mampu menampung sekitar 1.500 jamaah.

Di bagian mimbar sengaja tanpa dinding, untuk menggambarkan bahwa setiap makhluk yang salat dia akan menghadap Allah. Lansekap dan ruang terbuka, sengaja dirancang berbentuk garis-garis melingkar yang mengelilingi bangunan masjid--terinspirasi dari konsep tawaf yang mengelilingi Kabah.

Maka tak heran kalau bangunan ini langsung mendapatkan penghargaan "The Best 5 World Building of The Year 2011", sebagai salah satu desain terbaik tempat beribadah di dunia dari lima tempat ibadah yang ada di dunia.

Masjid yang berada di kota Baru Parahyangan, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat ini menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan dengan Al Irsyad Satya Islamic School (berafiliasi dengan Madrasah Al-Irsyad Al-Islamiyah of Singapore).

(Berbagai sumber)

Kartu Anggota Polisi Kini Bisa Dipakai Transaksi


Hingga Maret 2014, Bank Mandiri sudah menerbitkan 11,6 juta kartu debit, meningkat 10 persen.


TWEET CO.ID – Aparat kepolisian kini tak perlu khawatir lagi jika tak membawa uang tunai dalam perjalanan. Sepanjang memiliki saldo, Kartu Tanda Anggota (KTA) anggota Polri kini sudah bisa digunakan sebagai kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Bertambahnya fungsi KTA para aparat penegak hukum ini tak terlepas dari kerjasama Bank Mandiri dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

"Melalui kartu anggota yang dapat berfungsi sebagai kartu ATM ini, kami ingin memudahkan dan memberikan kenyamanan kepada para anggota Polri dalam melakukan berbagai transaksi keuangan," kata Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin, dalam keterangan persnya, Selasa, 1 Juli 2014.

KTA Elektronik Polri adalah kartu Pegawai Negeri pada Polri yang menggunakan sistem elektronik dengan dilengkapi chip untuk data anggota dan magnetic stripe. Dengan tambahan ini, KTA Polri tak hanya berfungsi sebagai kartu identitas, tapi juga alat pembayaran dan transaksi perbankan lainnya.

Para anggota Polri nantinya dapat memanfaatkan seluruh jaringan elektronik Bank Mandiri untuk melakukan transaksi keuangan, termasuk di lebih dari 12 ribu ATM Bank Mandiri dan lebih dari 240 ribu Jaringan Electronic Data Capture (EDC) Mandiri.

Hingga Maret 2014, Bank Mandiri sudah menerbitkan 11,6 juta kartu debit. Jumlah tersebut meningkat 10 persen dibanding jumlah kartu pada maret 2013 yang sebesar 10,5 juta.

Selain mengembangkan KTA elektronik, Bank Mandiri juga membantu kepolisian republik Indonesia dalam mengelola dana APBN, pembayaran gaji anggota maupun PNS Polri, memberikan kredit kepada Anggota dan PNS Polri, dan melakukan kerjasama dalam kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR). (Ism)

Di London, Hartawan Arab Belanja Gila-gilaan Jelang Puasa


Masyarakat London bahkan memberikan julukan Harrods Hajj mengingat banyaknya orang kaya Arab yang berbelanja.

TWEET CO.ID - Dari mall terkenal Harrods hingga deretan toko berlian di Mayfair, London telah masyhur terkenal sebagai surga belanja bagi para pengumbar uang.

Setiap tahun jelang bulan suci Ramadan, pemandangan di pusat belanja London ini sedikit berbeda. Sejumlah orang-orang superkaya Arab tampak berseliweran untuk memuaskan nafsu belanjanya.

Tak tanggung-tanggung, para hartawan Arab ini selalu ditemani bodyguard, sopir pribadi, serta mobil-mobil mewah semacam Rolly Royces dan Ferari yang khusus diterbangkan dari negaranya.

Para pengusaha ritel senantiasa menamakan fenomena tahunan ini sebagai Ramadan Rush.

Mengutip laman Alarabiya, Minggu, 27 Juni 2014, saudagar kaya Arab seringkali lari dari kawasan panas gurun sekadar untuk belanja barang-barang mewah. Selanjutnya, masyarakat kaya ini akan kembali ke negaranya guna menghabiskan puasa sebulan penuh.

Banjir orang kaya Arab di London biasanya akan kembali terlihat jelang perayaan Idul Fitri.

Melonjaknya jumlah pengunjung selama musim panas ini memang kerap terjadi tahunan di sepanjang jalan London. Bahkan penduduk di negara ini, memberikan istilah khusus, Harrod Hajj atau ibadah haji ke Harrods.

"London merupakan lokasi di wilayah Eropa karena banyaknya warga Timur Tengah yang berbelanja. Kota ini seolah menjadi rumah kedua bagi mereka," kata Gordon Clardk, Manager dari perusahaan riset, Global Blue di Inggris.

Gordon Blue memperkirakan tingkat penjualan jelang Ramadan tahun ini bakal meningkat 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski jumlah pengunjung dari Uni Emirat Arab, Kuwait, Arab Saudi, dan Qatar memiliki porsi kecil dibandingkan turis dari AS dan Eropa, pelancong dari Timur Tengah ini menghamburkan uang lebih banyak.

Tahun lalu, jumlah pelancong dari Timteng ke London hanya berada di posisi ke-19. Namun untuk urusan jumlah uang yang dihabiskan, mereka berada di posisi kedua dengan membelanjakan uang US$ 1,5 miliar.

Tak heran juga, jika para hartawan ini hanya memiliki produk-produk ekslusif dari merek ternama baik untuk pakaian, sepatu, jam tangan, dan perhiasan.

Insinyur AS Jadi Mualaf karena Keramahan Muslim Indonesia


Meski sebelumnya telah sedikit mengenal budaya Islam dari sang ayah, Burke benar-benar merasa Indonesia memberikan pengalaman baru tentang dunia muslim.

TWEET CO.ID - Dua puluh tahun silam, mungkin menjadi masa yang tidak akan dilupakan oleh Yusuf Burke. Setelah dua tahun lulus sekolah, insinyur asal New York itu bergabung dalam tim energi listik Amerika Serikat. Saat itu pula dia berkesempatan menjelajahi sejumlah negara.

"Saya bepergian ke ke luar negeri untuk bekerja pada proyek listrik, khususnya membangun pembangkit listrik. Negara muslim pertama yang saya singgahi adalah Indonesia pada 1994," tutur Burke dari On Islam, Selasa 24 Juni 2014.

Saat itu, Burke langsung jatuh cinta dengan budaya Indonesia. Meski sebelumnya telah sedikit mengenal budaya Islam dari sang ayah, dia benar-benar merasa Indonesia memberikan pengalaman baru tentang dunia muslim. Di sinilah mata hati Burke terbuka.

"Ini merupakan negeri pertama kalinya saya pindah dan tinggal di negeri yang didominasi masyarakat muslim," tutur dia.

Di Indonesia, Burke benar-benar merasakan kehangatan sikap masyarakat. Dia benar-benar kagum dengan keramahtamahan masyarakat di sini. Pengalaman itulah yang mendorong dia untuk mempelajari Islam, yang dianut mayoritas penduduk Indonesia.

"Saya kemudian mulai mempelajari Islam dan saya masuk Islam tahun 1996," kata Burke. Tak lama setelah masuk Islam, dia kemudian menikah. Pada 2002 dia menetap di Indonesia setelah sebelumnya tinggal di Malaysia, Singapura, Australia, dan Thailand.

Tentu saja keluarga sangat terkejut dengan keputusan Burke itu. Dia memberi penjelasan soal keputusan pindah keyakinan itu. Akhirnya, keluarga Burke bisa memahami pilihan ini. "Keluarga saya sangat terbuka. Saya pikir mereka menghormati orang lain yang memeluk agama lain, khususnya agama tauhid ini," kata dia.

Menjadi mualaf, bukan berarti hati Burke sudah mantap. Dia masih merasa haus akan ilmu-ilmu Islam. "Saya benar-benar merasakan persaudaraan ketika berdiskusi dan tinggal di tengah-tengah kalangan muslim. Saya bersekolah Islam saat pergi ke Malaysia dan Australia," ujar Burke. (Ism)

Bangun Masjid Canggih, Wanita Dermawan Ini Sumbang Rp7,2 M


TWEET CO.ID - Seorang warga Kazakhstan Selatan mensponsori pembangunan sebuah masjid di kaki bukit Talas Alatau, Kaskasu. Dermawan itu adalah seorang wanita bernama Tuleshova.

Secara total, Tuleshova telah menyumbangkan uangnya sebesar US$600.000 setara Rp7,2 miliar. Diberitakan Islam.ru, Kamis 19 Juni 2014, masjid tersebut rencananya akan dibangun dengan tinggi 19 meter dan luas total lebih dari 220 meter persegi.

Bangunan itu diperkirakan dapat menampung sekitar seratus jamaah. Selain ruang utama, masjid juga memiliki kelas-kelas untuk pendidikan dan pengajian.

Meskipun didirikan di wilayah yang cukup terpencil, masjid ini akan dilengkapi dengan teknologi modern. Masjid dilengkapi dengan sistem pemanas ruangan otomatis, pendeteksi kebakaran dan kamera CCTV.

Masjid ini bahkan memiliki lahan parkir beraspal yang muat hingga lima puluh mobil. Belum banyak diketahui siapa sebenarnya Tuleshova ini. (Ism)

JEJAK