'> TWEET: INFORMASI
Select Menu

ANEH

INFO

LIFE STYLE

MENARIK

UNIK

YOUR STORY

WONG CILIK

Susu Unta Bisa Cegah Kanker


Protein bernama kasein yang ditemukan dalam susu unta telah terbukti mampu mencegah kanker usus besar dan keracunan aluminium di sel-sel otak.

TWEET CO.ID - Penelitian terbaru yang dilakukan para ilmuwan mengungkapkan bahwa susu unta memiliki kekuatan untuk melawan penyakit tertentu, termasuk kanker

Sebuah laporan di surat kabar harian Muscat mengatakan, protein bernama kasein yang ditemukan dalam susu unta telah terbukti mampu mencegah kanker usus besar dan keracunan aluminium di sel-sel otak.

Hal itu diungkapkan Ahmed al Alawi dan Mostafa Waly, peneliti dari Departemen Ilmu Pangan dan Gizi di Sekolah Tinggi Pertanian dan Ilmu Kelautan, Universitas Sultan Qaboos.

Untuk membuktikan penelitian tersebut, para peneliti akan mencobanya pada manusia. "Penelitian kami telah menemukan bahwa kasein dalam susu unta memiliki efek pada metabolisme sel," kata Waly kepada Muscat Daily, Selasa 24 Juni 2014.

Ditambahkan Waly, uji coba pada hewan menunjukkan bahwa protein kasein yang diekstrak dari susu unta memiliki potensi dalam menunda terjadinya suatu penyakit. Selain itu, zat dalam susu ini juga membantu mencegah kanker usus besar dan mengurangi keracunan aluminium dalam sel-sel otak.

Dilengkapi dengan vitamin B dan C, zat besi dan mineral, susu unta memiliki nilai gizi tinggi dan mengandung imunoglobulin yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh. (Ism)

Rahasia Istri Rasul Jaga Kecantikan


Kalian bisa mencontoh apa yang dilakukan istri Rasulullah SAW, Siti Aisyah RA. Dia hanya menggunakan mentimun untuk menjaga kecantikan dan kesehatannya.

TWEET CO.ID - Tampil cantik tentu menjadi idaman setiap kaum hawa. Mereka selalu berusaha menjaga kecantikan dan kesehatan, terkadang berbagai cara pun dilakukan.

Nah, buat hijabers sebenarnya tidak perlu repot-repot untuk melakukan hal itu. Kalian bisa mencontoh apa yang dilakukan istri Rasulullah SAW, Siti Aisyah RA. Dia hanya menggunakan mentimun untuk menjaga kecantikan dan kesehatannya.

Alkisah Ibnu Majah meriwayatkan, sebelum bertemu Rasulullah SAW, Aisyah RA disarankan memakan mentimun untuk menjaga kecantikannya. Ibunya menyarankan agar Aisyah mengonsumsi mentimun di campur kurma basah untuk mendapatkan tubuh yang ideal.

"Aisyah RA berkata: Ibuku mengobatiku agar aku kelihatan gemuk, saat dia hendak mempertemukan aku dengan Rasulullah SAW dan usaha itu tidak membuahkan hasil sehingga aku memakan mentimun dengan kurma basah. Kemudian aku menjadi gemuk dengan bentuk yang ideal". (HR Ibnu Majah).

Cara ini pun digunakan Rasulullah SAW sebagai bahan menjaga kesehatannya. 

Abdullah bin Ja'far mengatakan, untuk menjaga kesehatan Rasulullah SAW suka memasak mentimun dicampur dengan kurma. Kisah ini diriwayatkan oleh Tirmidzi dalam salah satu haditsnya.

"Sesungguhnya Rasulullah SAW memakan mentimun dengan kurma masak,"(HR Tirmidzi), dikutip dari buku pintar kedokteran nabi karya Ibnu Qayyin al-jauziyah hal-431, terbitan PT Fathan Prima Media, Sabtu 28 Juni 2014.

(Sumber: Merdeka.com)

Nostradamus dari Mesir: Mars Sudah Kiamat, Bumi Menyusul


Pria Mesir itu, mengatakan bahwa 'Hari Pembalasan' atau kiamat telah terjadi di planet Mars dan Bumi adalah target berikutnya.

TWEET CO.ID - Seorang ilmuwan NASA Mesir tidak hanya dipecat dari keanggotaannya, tapi juga jadi bahan tertawaan karena pernyataannya. Nostradamus dari Arab, demikian julukan pria Mesir itu, mengatakan bahwa 'Hari Pembalasan' atau kiamat telah terjadi di planet Mars dan Bumi adalah target berikutnya.

Nostradamus dari Arab alias Ahmed Shaheen mengatakan kepada Emirati pada  24 Juni 2014 bahwa 'sejak enam tahun lalu NASA telah mencatat matahari terbit dari barat dan itulah tanda akan datangnya kiamat.'

Dalam beberapa literatur Islam, kaum muslim yakin bahwa salah satu tanda-tanda datangnya kiamat adalah terbitnya matahari dari barat.

"Dari mana dia membawa omong kosong itu?," kata seorang ilmuwan Mesir-Amerika Farouq al-Baz yang bekerja dengan NASA untuk eksplorasi bulan kepada CBC Exstra.

"Apa yang telah dikatakan (Shaheen) tidak logis, dan tidak ada hubungannya dengan ilmu pengetahuan. Para ilmuwan tidak mempelajari hal-hal gaib," imbuh Al-Baz.

Nostradamus dari Arab Ahmed Shaheen kabarnya adalah anggota American Union for Astronomers.

Shaheen mengatakan 'makhluk di Mars tahu tentang hal ini, dan mereka melarikan diri ke planet lain seperti Bumi dalam bentuk ras kulit putih di negara-negara Skandinavia'.

Sementara itu Al-Baz menantang Shaheen melakukan perjalanan ke Mars untuk melihat sendiri apakah kiamat telah terjadi.

Selain mengaku sebagai ahli astronomi, Shaheen juga mengatakan ia seorang seorang peneliti dan anggota Amnesty International. Dia menulis di akun Twitter-nya bahwa akan ada "kejutan yang akan datang di mana NASA tidak akan mampu menjelaskan atau menghentikannya".

Dia mengatakan 'kejutan yang dimaksud adalah (NASA) berdialog dengan salah satu pesawat alien'. Nostradamus dari Arab juga menuduh Al-Baz memiliki agenda yang sama seperti NASA, dan dia bersumpah akan mengungkapnya.

NASA atau The National Aeronautics and Space Administration adalah badan antariksa Amerika yang bertanggung jawab melakukan program ruang angkasa sipil dan aeronautika serta penelitian kedirgantaraan.

(Sumber: Alarabyia)

Puasa 19 Jam Jadi Tantangan Muslim Inggris


Organisasi Islam di negeri Ratu Elizabeth itu mengimbau umat muslim tetap menjaga kesehatan.

TWEET CO.ID - Setiap hari umat muslim di Inggris harus menjalani ibadah puasa selama 19 jam. Organisasi Islam di negeri Ratu Elizabeth itu mengimbau umat muslim menjaga kebugaran tubuhnya.

"Pada 2014, puasa Ramadan akan berlangsung sekitar 19 jam. Hanya ada sekitar lima jam untuk makan, minum, dan tidur. Ramadan di Inggris akan sulit," dekimian pernyataan Badan Muslim Britania (MCB) dikutip Dream.co.id dari Al Arabiya, Senin 30 Juni 2014.

Karena khawatir dengan kesehatan umat muslim di Inggris, MCB menyebar selebaran berisi tips-tips menjaga kesehatan selama Ramadan. "Panjangnya waktu puasa membuat Anda kekurangan gula darah dan dehidrasi. Jika cuaca panas Anda bisa dehidrasi karena tidak minum, yang bisa menyebabkan Anda sakit."

Imbauan ini membuat Layanan Ambulan Inggris Baratlaut bersiaga. Sebab, dari 2,7 juta muslim di Inggris, sekitar 325 ribu di antaranya rentan terganggu kesehatannya karena mengidap diabetes. Jika sewaktu-waktu dibutuhkan, armada ambulans siap meluncur membantu kaum muslim yang membutuhkan.

"Jika selama Ramadan merasa tidak sehat, pusing-pusing, saran kami, sesuai dengan ajaran Islam, hentikan puasa dan minum air atau cairan lainnya."

Sementara itu, mantan imam Islamic Center London, Sheikh Hamid Khalifa, mengatakan umat muslim Inggris harus mematuhi ajaran Islam untuk berpuasa. Dia juga menyarankan kepada umat muslim yang sakit untuk tidak berpuasa dan menggantinya di lain waktu.

"Jika mereka bisa, orang-orang ini (yang sakit) bisa mejalankan puasa pada bulan berikutnya, mungkin selama musim dingin dengan periode siang lebih pendek, seperti November, Desember, atau januari," tutur Sheikh Khalifa. Jika tidka bisa menjalankan puasa, baik saat musim panas maupun dingin, umat muslim bisa menggantinya dengan membayar fidyah kepada fakir miskin.

Menurut dia, meski waktu puasa di Inggris dan beberapa negara lainnya sangat panjang, umat muslim tidak bisa mengubah aturan dengan memperpendek waktu puasa. "Ini tidak boleh terjadi," tambah Sheikh Khalifa.

Saudi Akan Usir Mereka yang Tidak Hormati Ramadan


Kementerian dalam negeri Saudi meminta non-muslim untuk menghormati perasaan umat Islam saat menahan diri dari makan, minum atau merokok di tempat umum, jalan-jalan dan di tempat kerja.

TWEET CO.ID - Pemerintah Arab Saudi akan mengusir orang asing non-muslim yang makan, minum atau merokok di depan umum selama bulan puasa Ramadan. Aturan ini diberlakukan mulai awal Ramadan.

Kementerian dalam negeri Saudi meminta non-muslim untuk menghormati perasaan umat Islam saat menahan diri dari makan, minum atau merokok di tempat umum, jalan-jalan dan di tempat kerja.

"Tidak peduli meskipun mereka non-Muslim," kata pernyataan tersebut yang dikutip oleh kantor berita pemerintah SPA, Senin 30 Juni 2014. Pemerintah Saudi beralasan aturan tersebut sudah sesuai dengan isi kontrak kerja yang menetapkan penghormatan terhadap kegiatan keagamaan muslim.

Bagi mereka yang melanggar akan menghadapi konsekuensi, termasuk pemutusan kontrak kerja dan dideportasi. Arab Saudi menjadi tujuan tempat kerja bagi lebih dari sembilan juta orang asing dan sebagian besar dari mereka adalah orang Asia.

Selama Ramadan, muslim berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam. Selama puasa, mereka diwajibkan menjauhi makanan dan minuman serta hal-hal yang membatalkan puasa. Puasa di bulan Ramadan adalah salah satu dari lima kewajiban agama utama dalam Islam. (Ism)

10 Hikmah Puasa di Bulan Ramadhan


TWEET CO.ID - Di bulan ramadhan umat muslim sebaiknya mengutamakan untuk beribadah kepada Allah SWT dibandingkan melakukan aktifitas lain yang tidak begitu bermanfaat. Walaupun begitu banyak umat muslim yang melalaikan bulan yang penuh berkah dan ampunan ini, mungkin bukan karena malas namun banyak diantara kita tidak mengetahui hikmah ramadhan yang terkandung didalamnya.

Hikmah puasa ramdahan dapat diperoleh dengan banyaknya ibadah yang dilakukan, alangkah baiknya jika kita mengetahui hikmah yang terkandung dalam puasa ramadhan.
Berikut 10 Hikmah Puasa di Bulan Ramadhan

1. Bulan Ramadhan bulan melatih diri untuk disiplin waktu. Dalam tiga puluh hari kita dilatih disiplin bagai tentara, waktu bangun kita bangun, waktu makan kita makan, waktu menahan kita sholat, waktu berbuka kita berbuka, waktu sholat tarawih, iktikaf, baca qur'an kita lakukan sesuai waktunya. Bukankah itu disiplin waktu namanya? Ya kita dilatih dengan sangat disiplin, kecuali orang tidak mau ikut latihan ini.

2. Bulan Ramadhan bulan yang menunjukkan pada manusia untuk seimbang dalam hidup. Di bulan Ramadhan kita bersemangat untuk menambah amal-amal ibadah,
dan amal-amal sunat. Artinya kita menahan diri atas satu pekerjaan yang monoton dan lalai beribadah kepadaNya. Orang yang lalai atas mengingat Allah, selalu asyik dengan pekerjaannya, sehingga waktu istirahat siang, sholat, dan makan sering terabaikan. Atau waktu yang seharusnya dipakai untuk beribadah kepada Allah dipakai untuk makan siang bersama kekasih. Sholat? tinggal. Di bulan Ramadhan kita diajarka hidup seimbang, antara pekerjaan, dan Ibadah. Pekerjaan untuk kepentingan dunia dan Ibadah untuk kepentingan Akhirat.

3. Bulan Ramadhan adalah bulan yang mengajarkan Manusia akan pentingnya arti persaudaraan, dan silaturahmi. Di keluarga orang yang tidak mengerti akan arti persaudaraan. Persaudaraan di keluarga tidak begitu akrab, adik beradik bertengkar, Ibu dan Ayah kadang saling tidak memperhatikan. Persaudaraan dari Gang Jalanan, banyak juga perkelahiannya. Persaudaraan atas satu kelompok, satu bangsa, satu tanah air, hanya selogan dan nama, kurang sekali mendapat makna. Dalam Islam ada persaudaraan sesama muslim, akan tampak jelas jika berada dibulan Ramadhan, Orang memberikan tajil perbukaan puasa gratis. Sholat bersama di masjid, memberi ilmu islam dan banyak ilmu Islam di setiap ceramah dan diskusi keagamaan yang dilaksanakan di Masjid. Semuanya didapat gratis tanpa bayaran. Sesama muslim saling bersalaman, bercengkrama saling menanyakan kabar. Sama-sama sholat tarawih tadarus dengan saling mengajarkan Qur'an, dan banyak makanan sedekah di Masjid. Ya tentunya Gratis. Persaudaraan sesama muslim sebenarnya punya pelajaran dan bab khusus, ada ayat qur'an tentang persaudaraan, ada banyak hadits nabi, tetapi jarang diperhatikan orang betapa pentingnya arti persaudaraan itu. Tetapi dibulan Ramadha ia akan tampak dengan sendirinya.

4. Bulan Ramadhan mengajarkan agar peduli pada orang lain yang lemah. Di bulan Ramadhan kita puasa, merasaka lapar dan dahaga, mengingatkan kita betapa sedihnya nasib orang yang tidak berpunya, orang terlantar, anak yatim yang tiada orang tuanya, fakir miskin yang hidup di tempat yang tidak layak. Apakah kita tidak merasa prihatin? Sehingga kita peduli untuk membantu saudara-saudara kita yang kelaparan. Baik karena kondisi ekonomi, atau disebabkan bencana Alam. Allah menyindir orang yang tidak peduli pada nasib orang lain yang miskin sebagai pendusta Agama. Juga Allah mengataka orang yang tidak peduli dengan nasib fakir miskin dan anak yatim sebagai orang yang tidak mempergunakan potensi pancaindranya untuk melihat keadaan sekelilingnya. Orang yang tidak peduli dengan orang lain juga disebut sebagai orang yang salah menilai atau memandang kehidupan.

5. Bulan Ramadhan mengajarkan akan adanya tujuan setiap perbuatan dalam kehidupan. Di bulan puasa kita diharuskan sungguh-sungguh dalam beribadah, menetapkan niat yang juga berisi tujuan kenapa dilakukannya puasa. Tuajuan puasa adalah untuk melatih diri kita agar dapat menghindari dosa-dosa di hari yang lain di luar bulan Ramadhan. Kalau tujuan tercapai maka puasa berhasil. Tapi jika tujuannya gagal maka puasa tidak ada arti apa-apa. Jadi kita terbiasa berorientasi kepada tujuan dalam melakukan segala macam amal ibadah.

6. Bulan Ramadhan mengajarkan pada kita hidup ini harus selalu mempunyai nilai ibadah. Setiap langkah kaki menuju masjid ibadah, menolong orang ibadah, berbuat adil pada manusia ibadah, tersenyum pada saudara ibadah, membuang duri di jalan ibadah, sampai tidurnya orang puasa ibadah, sehingga segala sesuatu dapat dijadikan ibadah. Sehingga kita terbiasa hidup dalam ibadah. Artinya semua dapat bernilai ibadah.

7. Bulan Ramadhan melatih diri kita untuk selalu berhati-hati dalam setiap perbuatan, terutama yang mengandung dosa. Dibulan Ramadhan kita berpuasa. Kita menahan Lapar dan dahaga. Bukan itu saja. Tetapi juga menahan segala yang dapat membatalkan puasa, juga segala yang dapat merusak puasa. Terutama hal-hal yang dapat menimbulkan dosa. Sehingga di dalam bulan Ramadhan kita dapat terbiasa dan terlatih untuk menghindari dosa-dosa kita agar kita senantiasa bersih dari perbuatan yang dapat menimbulkan dosa. Latihan ini menimbulkan kemajuan positif bagi kita jika diluar bulan Ramadhan kita juga dapat menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan dosa seperti bergunjing, berkata kotor, berbohong, memandang yang dapat menimbulkan dosa, dan lain sebagainya.

8. Bulan Ramadhan melatih kita untuk selalu tabah dalam berbagai halangan dan rintangan. Dalam Puasa di bulan Ramadhan kita dibiasakan menahan yang tidak baik dilakukan. Misalnya marah-marah, berburuk sangka, dan dianjurkan sifat Sabar atas segala perbuatan orang lain kepada kita. Misalkan ada orang yang menggunjingkan kita, atau mungkin meruncing pada Fitnah, tetapi kita tetap Sabar karena kita dalam keadaan Puasa. Dengan Sabar hasutan Syeitan untuk memperuncing konflik menjadi gagal. Kitalah pemenangnya dari godaan Syeitan tersebut. Masalah orang menggunjing, memfitnah, biarlah itu jadi dosa-dosanya, janganlah kita ikut berdosa dengan dosa orang lain.

9. Bulan Ramadhan mengajarkan pada kita akan arti hidup hemat dan sederhana. Setiap hari kita membeli kue dan minuman untuk berbuka puasa. Dari sekian banya kue dan minuman yang kita beli. Hanya minuman segelas teh buatan kita sendiri yang diminum. Yang lain banyak tertinggal dan sebagian terbuang keesokan harinya. Hal ini menyadarkan kita, bahwa apa yang kita beli banyak-banyak sebelum berbuka, hanyalah hawa nafsu saja. Kebutuhan kita hanyalah segelas teh manis! Mengapa kita harus membeli banyak-banyak minuman dan kue-kue yang akhirnya tidak kita makan? Hal ini menyadarkan kita betapa kita harus hemat, membeli sekedar yang dibutuhkan. Kelebihan uang yang kita punyai mungkin dapat kita sedekahkan bagi yang lebih membutuhkan.

10. Bulan Ramadhan mengajarkan pada kita akan pentingnya rasa syukur kita, atas nikmat-nikmat yang diberikan pada kita. Rasa syukur kita akan adanya nikmat makanan yang telah kita punyai terasa ketika kita puasa. Kita merasakan lapar, tetapi kita masih mempunyai makanan. Bagaimana dengan orang yang merasakan lapar tetapi bukan karena ia juga puasa, tetapi karena memang tidak punya makanan? Kita sakit, kita dapat makan obat ketika buka, tetapi bagaimana dengan orang yang tidak punya obat, ketika ia sakit? Kita enak, ketika kita puasa merasa lapar dan haus, kita lengahkan dengan menonton televisi atau hal-hal lain seperti internet. Bagaimana dengan orang ketika ia lapa dan haus mereka lengahkan lapar dan hausnya dengan bekerja memenuhi tuntutan majikannya? Bukan karena memang tidak punya televisi atau internet, tetapi karena tuntutan hidup, yang mengharuskan ia bekerja untuk makan hari ini dan hari ketika ia tidak bekerja. Tidakkah harusnya kita bersyukur terhadap nikmat yang telah diberikan pada kita?

JEJAK